Kediri, panjalu.online– Bulan Suro, yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Islam, masih dianggap sebagai bulan sakral oleh masyarakat Jawa. Tak terkecuali bagi ibu hamil, yang dipercaya harus lebih waspada dan mematuhi sejumlah pantangan demi keselamatan diri dan janin.
Meski belum terbukti secara medis, tradisi ini masih dijalankan oleh sebagian besar masyarakat sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap budaya leluhur.
Berikut beberapa larangan yang kerap dihindari ibu hamil saat Bulan Suro:
Tidak Keluar Rumah di Malam Suro
Malam Suro dianggap memiliki energi mistis yang kuat. Ibu hamil dianjurkan untuk tetap berada di rumah demi menghindari gangguan tak kasat mata.Jangan Duduk di Ambang Pintu
Duduk di tengah pintu dipercaya bisa membuat proses persalinan sulit atau bayi menjadi rewel setelah lahir.Hindari Pindahan atau Renovasi Rumah
Banyak yang percaya bahwa membangun atau pindah rumah di Bulan Suro bisa membawa sial, apalagi jika sedang hamil.Tidak Membunuh Binatang Kecil
Bahkan membunuh serangga pun dihindari, karena diyakini bisa berdampak buruk pada kondisi janin.Jangan Menggaruk Perut yang Gatal
Dalam kepercayaan Jawa, menggaruk perut saat hamil bisa membuat bayi lahir dengan bercak-bercak. Sebagai gantinya, gunakan minyak agar rasa gatal berkurang.
Bijak Menyikapi Tradisi
Pantangan ini memang tak bisa dijelaskan dengan logika medis. Namun, selama tidak bertentangan dengan kesehatan dan saran dokter, menjalankan tradisi bisa menjadi cara untuk menghormati budaya sekaligus menenangkan batin.
Yang terpenting, tetap jaga kesehatan, ikuti anjuran tenaga medis, dan jalani kehamilan dengan pikiran positif, apalagi di bulan yang dianggap penuh spiritualitas ini. (red.a)

Post a Comment