Kediri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Bersamaan dengan masuknya lebih dari 10 ribu siswa baru sebagai calon penerima manfaat, pemerintah juga melakukan pembaruan data sasaran. Namun, di tengah bertambahnya jumlah penerima, masih ada empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum dapat beroperasi.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno mengatakan, sejak Senin (13/7), sebagian besar dapur penyedia MBG telah kembali menjalankan distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Dari total 54 SPPG yang ada di Kota Kediri, sebanyak 50 dapur sudah aktif melayani pengiriman paket makanan bergizi ke ratusan satuan pendidikan. Sementara empat dapur lainnya masih belum dapat menjalankan operasional.
"Informasi dari Koordinator Wilayah MBG Kota Kediri, hampir seluruh SPPG sudah melaksanakan layanan, kecuali empat SPPG yang dilaporkan belum melayani sejak 13 Juli 2026," ujar Erwin.
Empat SPPG yang masih vakum tersebut yakni SPPG Ngampel 2, Banjaran 2, Tamanan 2, dan Mojoroto 2.
Menurut Erwin, belum beroperasinya empat dapur itu dipicu sejumlah kendala. Di antaranya belum tersedianya kepala SPPG, belum lengkapnya data penerima manfaat, proses renovasi bangunan, hingga belum adanya laporan dari penanggung jawab dapur.
Ia menegaskan, keempat SPPG tersebut merupakan dapur yang sudah ada sebelumnya, bukan tambahan operasional baru pada tahun ajaran ini.
"Empat SPPG yang belum melayani ini merupakan SPPG lama. Jadi bukan karena ada penambahan dapur baru," jelasnya.
Erwin juga memastikan bahwa empat SPPG tersebut berbeda dengan dapur yang sempat dikenai penghentian sementara operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juni lalu. Saat itu, penghentian dilakukan karena fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum memenuhi standar.
"Kalau yang sekarang bukan karena persoalan IPAL, tetapi lebih kepada kelengkapan personel dan data penerima manfaat yang belum terpenuhi," terangnya.
Saat ini Pemkot Kediri masih melakukan sinkronisasi data penerima manfaat bersama Koordinator Wilayah MBG, Dinas Pendidikan, serta Kantor Kementerian Agama. Pembaruan diperlukan karena adanya ribuan siswa baru yang otomatis menambah jumlah sasaran penerima program.
"Kami masih melakukan pendataan penerima manfaat agar penyaluran berjalan tepat sasaran," tambah Erwin.
Sementara itu, penyaluran MBG kepada siswa sudah kembali berlangsung sejak hari pertama masuk sekolah. Salah satunya di SDN Bangsal 3 Kota Kediri yang kini menyalurkan paket makanan bergizi kepada 203 siswa, termasuk 28 peserta didik baru.
Guru SDN Bangsal 3 Muhammad Badrul Munir mengatakan, data siswa baru diminta oleh pihak SPPG sehari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai sehingga seluruh peserta didik baru langsung masuk dalam daftar penerima.
"Malam sebelum masuk sekolah kami langsung diminta mengirimkan data siswa kelas 1. Tahun ini ada 28 siswa baru dan semuanya langsung didaftarkan sebagai penerima MBG," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Arul itu juga mengungkapkan bahwa sejak program MBG berjalan pada 2025, sekolahnya telah tiga kali berganti dapur penyedia makanan. Awalnya layanan berasal dari SPPG Banaran, kemudian dialihkan ke SPPG Mojoroto, dan kini ditangani SPPG Tosaren 1.
Pergantian tersebut sepenuhnya merupakan kebijakan pengelola SPPG, bukan permintaan dari pihak sekolah.
Menurutnya, pada tahun ajaran baru ini distribusi makanan dilakukan lima hari dalam sepekan, yakni Senin hingga Jumat. Berbeda dengan sebelumnya, setelah Idulfitri program tidak lagi menyediakan paket makanan kering untuk hari Sabtu.
Setiap malam, sekolah juga menerima informasi mengenai menu yang akan dibagikan keesokan harinya lengkap dengan nilai gizi dan harga paket. Salah satu menu yang diterima siswa pada pekan ini terdiri atas nasi putih, chicken katsu steak, edamame, sayuran campuran wortel, jagung, kentang, serta buah semangka.(red/lis)
Post a Comment