Korsleting dan Bakar Sampah Diduga Picu Rentetan Kebakaran di Kabupaten Kediri


Petugas saat berusaha memadamkanapi (photo by radar kediri)

KEDIRI, – Memasuki musim kemarau, intensitas kebakaran di Kabupaten Kediri mulai meningkat. Dalam kurun waktu Jumat (17/7) malam hingga Sabtu (18/7/2026) sore, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri menangani empat peristiwa kebakaran di lokasi berbeda.

Dari empat kejadian tersebut, dua di antaranya merupakan kebakaran rumah, sementara dua lainnya melanda lahan tebu dan rumpun bambu. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dan aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali.

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Pule, Desa Karangpakis, Kecamatan Purwoasri, Jumat malam. Sebuah rumah warga terbakar diduga akibat korsleting listrik saat pemilik rumah tengah tertidur.

Laporan diterima sekitar pukul 22.05 WIB. Tim Damkar Pos Pare berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 00.10 WIB dini hari setelah berjibaku mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta. Meski demikian, petugas masih berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp100 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden itu.

Keesokan harinya, Sabtu (18/7), kebakaran kembali terjadi di tiga lokasi berbeda. Insiden pertama melanda lahan tebu di Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke areal perkebunan tebu.

Petugas Damkar Pos Pare mengerahkan dua unit armada beserta enam personel untuk memadamkan api. Kerugian akibat kebakaran lahan tersebut ditaksir mencapai Rp20 juta.

Tak berselang lama, petugas kembali menerima laporan kebakaran rumpun bambu di Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas. Dugaan sementara penyebabnya kembali mengarah pada aktivitas pembakaran sampah warga yang tidak terkendali.

Dengan satu unit armada dan tiga personel, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke permukiman warga sehingga potensi kerugian lebih besar dapat dihindari.

Di tengah proses penanganan tersebut, laporan kebakaran rumah kembali diterima dari Dusun Maron, Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul. Rumah milik warga dilaporkan terbakar dan diduga dipicu korsleting listrik.

Petugas bergerak cepat ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.10 WIB. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta, sedangkan aset senilai sekitar Rp150 juta berhasil diselamatkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan sebagian besar kebakaran yang terjadi selama dua hari terakhir disebabkan oleh kelalaian saat membakar sampah serta dugaan gangguan instalasi listrik.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau karena kondisi cuaca yang kering membuat api lebih cepat menyebar.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas," ujarnya.(red/lis)

Post a Comment

Previous Post Next Post