Top News

100 Hari Kerja, Wali Kota Kediri Gratiskan Pendidikan Lewat BOSDa dan Beasiswa Hingga S3

 

 KEDIRI, panjalu.online   – Genap 100 hari menjabat sejak 20 Februari 2025, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati langsung menunjukkan langkah progresif di sektor pendidikan. Melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dan beasiswa dari SD hingga S3, Pemkot Kediri berkomitmen kuat membuka akses pendidikan tanpa hambatan biaya.

“Waktu Mbak Wali turun langsung ke lapangan, banyak keluhan masyarakat soal ijazah ditahan, tarikan komite, dan pungutan lain. BOSDa hadir sebagai solusi agar tidak ada lagi hal seperti itu,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, M. Anang Kurniawan, Jumat (28/6).

BOSDa Rp7,79 Miliar Cair Agustus 2025

BOSDa merupakan dana dari APBD Kota Kediri untuk menutup celah kebutuhan pendidikan yang belum tercakup oleh BOS nasional. Total anggaran BOSDa tahun ini mencapai Rp7,796 miliar dan direncanakan mulai cair pada Agustus 2025.

Kebijakan ini juga berlaku untuk sekolah swasta, terutama yang memiliki siswa dari keluarga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mereka dijamin bebas iuran, meski belajar di sekolah swasta.

“Bahkan sekolah swasta favorit yang selama ini hanya diisi siswa mampu, wajib mengalokasikan 10 persen kursi untuk siswa miskin. Ini bentuk pemerataan akses pendidikan,” tegas Anang.

 Sekolah Gratis, Beasiswa hingga Kuliah

Meski kewenangan pemkot hanya sampai tingkat SMP, Vinanda juga memberikan beasiswa Rp1 juta bagi ratusan siswa SMA/SMK, sebagai bentuk dukungan pendidikan lanjutan bagi warga Kediri.

Pemkot juga telah menyiapkan satu SMP dan SD gratis bagi anak-anak yang luput dari pendataan, sehingga tidak ada alasan bagi anak usia sekolah di Kediri untuk tidak belajar.

“Mbak Wali ingin pastikan, semua anak di Kediri bisa sekolah. Tidak ada yang terlewat, tidak ada yang putus sekolah hanya karena faktor biaya,” pungkas Anang.

Kebijakan ini menjadi bagian dari visi besar Vinanda Prameswati dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, dimulai dari Kediri yang lebih inklusif dan merata dalam layanan pendidikannya. (red.a)

Post a Comment

Previous Post Next Post