Magetan – Momentum libur sekolah membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Magetan. Salah satu destinasi favorit, Telaga Sarangan, dipadati ribuan wisatawan yang memanfaatkan masa liburan untuk berwisata bersama keluarga maupun kerabat.
Tingginya antusiasme pengunjung terlihat pada Minggu (5/7). Kawasan wisata yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut dipenuhi wisatawan sejak pagi hingga sore hari. Lonjakan jumlah pengunjung bahkan menyebabkan arus lalu lintas menuju kawasan Telaga Sarangan sempat mengalami kepadatan.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, jumlah kunjungan pada hari itu mencapai sekitar 11 ribu wisatawan. Angka tersebut menjadi rekor kunjungan harian tertinggi selama periode libur sekolah tahun 2026.
Kepadatan kendaraan mulai terlihat di sejumlah akses menuju kawasan wisata. Meski harus mengantre lebih lama, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para wisatawan untuk menikmati suasana sejuk Telaga Sarangan yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Magetan.
Salah seorang wisatawan asal Sukoharjo, Jawa Tengah, Zahra Nisrina Yusuf (21), mengaku perjalanan menuju Telaga Sarangan memakan waktu lebih lama dibanding biasanya akibat tingginya volume kendaraan.
Menurutnya, perjalanan dari vila tempatnya menginap yang umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit berubah menjadi sekitar 30 menit hingga satu jam karena kemacetan.
"Memang macet banget saat masuk ke Telaga Sarangan. Tapi tetap seru karena bisa liburan dan berkumpul bersama keluarga menikmati pemandangan," ujarnya.
Meski harus menghadapi kemacetan, Zahra menilai pengalaman berlibur di Telaga Sarangan tetap menyenangkan. Udara yang sejuk, panorama pegunungan, serta suasana danau yang asri menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan tetap memilih destinasi tersebut sebagai tujuan liburan.
Meningkatnya jumlah wisatawan selama musim libur sekolah juga membawa dampak positif bagi para pelaku usaha di kawasan wisata. Berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, penginapan, penyewaan perahu, hingga jasa wisata lainnya mengalami peningkatan pendapatan.
Salah satunya dirasakan oleh Dimas, penyedia jasa sewa kuda di kawasan Telaga Sarangan. Ia mengungkapkan bahwa permintaan penyewaan kuda meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Menurutnya, pada saat libur sekolah satu ekor kuda dapat melayani lebih dari lima kali perjalanan mengelilingi kawasan wisata. Sementara pada hari normal, rata-rata hanya melayani dua hingga tiga kali putaran.
"Satu ekor kuda bisa lebih dari lima putaran. Padahal hari biasa hanya dua atau tiga putaran," katanya.
Kondisi tersebut menjadi berkah bagi pelaku usaha lokal yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata. Ramainya pengunjung membuat aktivitas ekonomi di kawasan Telaga Sarangan ikut bergerak, mulai dari pedagang makanan, penjual suvenir, hingga penyedia jasa transportasi wisata.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Magetan, Didik Kurniyawan, menjelaskan bahwa tren kunjungan wisata selama musim liburan terus menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data Disbudpar, sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan telah mencapai 56.600 orang.
Ia menyebut, puncak kunjungan selama masa libur sekolah terjadi pada Minggu (5/7) dengan sekitar 11 ribu wisatawan dalam satu hari.
Didik berharap tren positif tersebut terus berlanjut hingga akhir masa libur sekolah. Pihaknya optimistis target 100 ribu kunjungan selama periode liburan dapat tercapai melalui berbagai upaya promosi yang telah dilakukan.
Selain memperkuat promosi destinasi wisata, Disbudpar Magetan juga memberikan program potongan harga tiket bagi kalangan pelajar sebagai salah satu strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan.
"Kami berharap promosi yang dilakukan dan program diskon bagi pelajar dapat mendorong tercapainya target 100 ribu pengunjung selama libur sekolah," jelasnya.
Dengan tingginya angka kunjungan tersebut, Telaga Sarangan kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Keindahan panorama alam, udara pegunungan yang sejuk, serta beragam aktivitas wisata yang ditawarkan menjadikan kawasan ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.(red/lis)
Post a Comment